Perbedaannya Barcode dengan QR Kode

Perbedaannya Barcode dengan QR Kode – Saat belanja di toko swalayan, kamu tentu mengetahui kehadiran mesin scanner yang berada di meja kasir.

Sekian tahun lalu, kamu bisa mendapati mesin scanner di seputar rack produk di supermarket yang dapat dipakai untuk mengetahui barcode.

Langkah Membuat Barcode dan Perbedaannya dengan QR Kode

Lalu, apakah itu barcode, bagaimanakah cara membuat barcode, dan apakah beda dengan QR Kode?

Apa Itu Barcode?

Code tangkai, code palang, atau code bar (barcode) ialah data optik berbentuk garis atau bar yang dibaca oleh mesin. Kode-kode ini berperan untuk membandingkan satu tipe produk dengan produk yang lain.

Baca Juga: Langkah Membenahi 504 Gateway

Tidak pakai repot cari, kamu tentu dapat mendapati barcode kesemua produk di toko swalayan.

Mekanisme penyortiran produk barang pertama kalinya disebut oleh Wallace Flint dalam tesisnya pada tahun 1930an, tetapi riset ini tidak bisa terealisasi.

Nyaris dua dasawarsa selanjutnya, dua siswa dari Drexel Institute of Technology mendapati langkah yang lebih bagus untuk lakukan sortir produk grosir. Satu dari mereka, Norman Joseph Woodland, tidak dapat stop memikirkan jika ada langkah yang dapat ditingkatkan dari lambang titik dan garis dari code Morse.

Beberapa jenis Barcode

Ada beberapa macam barcode yang penting Anda ketahui, yakni:

  • Barcode produk ritel

Bila kamu bertanya kenapa barcode dipakai oleh beberapa pusat belanja, jawabnya ialah karena mekanisme yang ditingkatkan oleh Bernard Silver dan Norman J. Woodland ini gampang dipakai dan efisien.

Karena itu, sekarang ini barcode telah dipakai untuk banyak kepentingan, sebagaimana untuk produk ritel dengan mekanisme Universal Price Codes (UPC) yang dipakai oleh produk toko swalayan.

Disamping itu, barcode dipakai sebagai code untuk kepentingan packaging yang memakai barcode ITF-14, yakni barcode Interleaved Two-of-Five yang berisi 14 angka dan umumnya dipakai untuk mengidentifikasi produk dalam jumlah banyak dalam sebuah kardus karton.

  • Barcode untuk penerbitan

Tidak susah untuk mengenal tipe barcode yang ini, karena kamu tentu mendapati huruf “ISBN” saat sebelum 13 angka produk atau tulisan “ISSN” saat sebelum barisan delapan angka produk.

  • Barcode untuk kepentingan farmasi

Kemungkinan kamu belum mengetahui, ada barcode yang dipakai khusus untuk kepentingan farmasi. Umumnya, barcode ini dipakai untuk mengenali produk beberapa obat. Tipe barcode yang dipakai ialah Health Industry Bar Kode (HIBC) yang diikuti oleh tanda “+” pada awal code dan dituruti oleh 24 watak yang terbagi dalam kombinasi huruf dan angka.

  • Barcode untuk kepentingan non ritel

Misalnya ialah barcode yang dipakai untuk mengidentifikasi buku-buku di perpustakaan, kartu anggota, atau menandai beberapa barang inventaris. Tipe barcode yang dapat dipakai untuk menandai produk non ritel ini ialah Kode 39 atau Kode 128, ketidaksamaan khusus ke-2 nya berada di tingkat kepadatan (densitas) data, Kode 128 memiliki densitas semakin tinggi dibandingkan Kode 39.

Lalu, bagaimanakah cara membuat barcode? Ada banyak cara yang dapat kamu kerjakan secara gampang. Tetapi, bila ingin ketahui langkah membuat barcode dengan gampang, baca ulasan berkenaan penerus barcode dahulu, yakni QR Kode.

QR Kode

Kecuali barcode, sekarang ini kita memakai mekanisme code yang terbagi dalam kelompok persegi yang melekat keduanya sampai membuat persegi yang semakin besar, yakni QR kode.

Bila barcode cuman terdiri dari 1 dimensi, yaitu garis vertikal dalam jarak tertentu, karena itu Quick Response Kode alias QR Kode ialah code yang dipindai (scan) dalam dua dimensi, yaitu secara vertikal dan horizontal. Sekarang ini, QR Kode banyak dipakai untuk nyaris segalanya di sekitar kita, dimulai dari transaksi bisnis keuangan sampai mengirimi pesan tertentu.

Yup, pada tahun 1994, perusahaan inventor asal Jepang, Denso Wave Incorporated, mulai meningkatkan mekanisme penyekenan berbasiskan code dua dimensi ini.

Gagasan ini bermula saat beberapa orang mulai kesusahan dengan mekanisme barcode karena beberapa kasir mulai kewalahan scan produk lewat barcode, selain itu beberapa warga Jepang mulai “minta” perusahaan inventor yang ini untuk bikin mekanisme yang lebih gampang dipakai.

Karena itu, Masahiro Hara bersama partnernya mulai meningkatkan mekanisme ini sampai di tahun 1994 sampai sekarang ini, beberapa orang telah memakai QR Kode.

Walau Denso Wave sanggup membuat paten untuk hak ciptanya, tetapi mereka memilih untuk tidak batasi eksplorasi QR Kode, alias open-source.

Untuk mereka, khususnya Masahiro Hara, semenjak awalnya peningkatan, QR Kode memang diperuntukkan untuk mempermudah kehidupan manusia. Akhirnya, sekarang ini QR Kode dapat dipakai oleh seluruh orang dan jadi “public kode”.

For your information, wujud skema yang dipakai oleh QR Kode ialah persegi, karena Hara mengaku jika persegi ialah skema yang nyaris mustahil ada di dunia usaha hingga lebih gampang dibaca.

Serupa seperti barcode, QR Kode dipakai oleh bermacam tipe perusahaan, seperti ritel, advertensi, logistik, industrial, dan untuk packaging. Tetapi, perusahaan farmasi tidak terhitung dalam perincian ini.

Langkah Membuat Barcode atau QR Kode dari Web dan Program

Agar pahami langkah membuat barcode, kamu membutuhkan alat atau media yang sanggup mengganti lambang yang dapat kita baca (huruf atau angka) jadi code. Berikut ada banyak program dan web yang dapat kamu gunakan untuk pelajari langkah membuat barcode. Kamu dapat coba beberapa program dan web lebih dahulu seperti keperluanmu.

Barcode Graphics

Seperti namanya, Barcode Graphics ini dapat kamu pakai untuk ketahui langkah membuat barcode. Kecuali mengganti tulisan jadi code, kamu bisa juga mengendalikan ukuran barcode untuk menghindar hasil cetakan memakai tinta tertentu. Tetapi sayang, web ini cuman dapat dipakai untuk bikin barcode.

Barcode Generator

Kecuali mengaplikasikan langkah membuat barcode, kamu bisa juga pahami macam tipe barcode yang dipakai oleh bermacam lembaga. Misalkan, ada barcode yang khusus dipakai untuk produk farmasi dan ada pula tipe barcode namanya “Planet” yang kerap digunakan pada produk transportasi atau pos di Amerika. Lewat web Barcode Generator juga, kamu dapat membuat QR Kode.

QR Kode Generator

Bila kamu membutuhkan web pembikin QR Kode yang sederhana, multifungsi, dan gampang dipakai, web yang ini ialah jawabnya. Lewat QR Kode Generator, kamu dapat membuat QR Kode dan scan QR Kode. Disamping itu, kamu bisa juga membuat QR Kode dari tulisan, URL, contact, nomor telephone sampai mengirim SMS.

QR Kode Reader (program iOS)

Walau namanya “QR Kode Reader”, tetapi program ini bisa juga kamu pakai untuk mengganti tulisan atau angka jadi code. Kecuali membaca QR Kode, kamu bisa juga membaca barcode lewat program yang sudah dipakai oleh beberapa ribu orang ini. Tetapi sayang, kamu tidak dapat ketahui langkah membuat barcode disini.

QR Kode Reader – Barcode Maker (program iOS)

Kamu dapat memakai program yang ini untuk membaca sekalian membuat barcode. Berdasar deskripsi program QR Kode Reader – Barcode Maker, kamu dapat memakai program ini untuk scan QR Kode baik dari camera belakang atau depan. Beberapa macam barcode yang dapat kamu bikin ialah Kode 39, Kode 128, ITF-14, EAN, ISSN/ISBN sampai Aztec Kode.

QR Kode Generator (program Android)

Program QR Kode Generator ini cuman diperuntukkan untuk bikin QR Kode. Tetapi tidak boleh cemas, walau tidak dapat scan code. Tetapi program yang sudah didownload oleh lebih dari 1 juta orang ini dapat membuat QR Kode dari text, URL, e-mail, nomor telephone, bahkan juga posisi di GPS. Lewat program yang serupa, kamu bisa juga melakukan modifikasi hasil QR Code-mu, seperti warna sampai latar belakang QR Kode.

QR Kode Reader dan Generator/Barcode Scanner (program Android)

Program QR Kode Reader dan Generator/Barcode Scanner garapan BetterIdea Studio ini tawarkan kesederhanaan program dalam pegangan. Masalahnya kamu dapat lakukan penyekenan sekalian membuat QR Kode dalam beberapa sentuhan. Disamping itu, kamu bisa juga simpan tapak jejak QR Kode yang pernah dipindai oleh camera HPmu.

Ketidaksamaan Barcode dan QR Kode

Sesudah pahami pengertian ke-2 nya sampai ketahui langkah membuat barcode dan QR Kode lewat web atau program. Harusnya saat ini kamu telah pahami apakah bedanya ke-2 nya.

Secara simpel, barcode seringkali dipakai untuk mengurutkan produk berdasar tipe dan nilai atau harga. Di lain sisi, QR Kode kelihatan lebih kekinian sebab bisa simpan data semakin banyak daripada barcode dan lebih gampang dibaca memakai piranti pandai.

Simpulan

Ingat barcode lebih susah dibaca serta lebih sering dipakai untuk kepentingan industri perdagangan. Kelihatannya makin lebih gampang bila kamu memakai QR Kode.

Kecuali keringanan yang dijajakan saat membaca QR Kode. Code yang ini lebih gampang dibikin dan dapat memuat bermacam tipe data, terhitung alamat web.

Kamu bisa juga memakai QR Kode untuk melakukan campaign-mu, sama seperti yang pernah dilaksanakan oleh The World Park di tahun 2010 kemarin. Tetapi janganlah lupa, saat arahkan QR Kode ke website-mu, yakinkan web itu cepat dijangkau, ya!